Facebook
NederlandsEnglishMelajuIndonesia
Delen |

Bersama-sama lebih kuat

 

Pemerintah darurat RMS mengungkapkan pembidjaksanaannja didalam tjatatan “Samen Sterker“ (Bersama-sama lebih kuat). Butir-butir utama terdapat dibawah pembidjaksanaan Maluku, Indonesia, Belanda dan Internasional.

Pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia
Perkembangan-perkembangan dan kegiatan-kegiatan berhubung dengan tahanan politik Maluku dan pelanggaran hak asasi manusia jang biadab menarik perhatian pada saat ini. Memang pada tempatnja! Aktivis-aktivis Maluku jang setjara damai menjatakan kejakinan politik mereka (RMS) sudah bertahun-tahun dihukum berat lagipun dianiaja kedjam oleh si pendjadjah Indonesia.

Pada tanggal 29 Djuni 2007 maka 30 penari membuka bendera RMS terhadap kepala negara Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dilapangan Merdeka dikota Ambon. Kegiatan mereka setjara simbolis dan damai. Wewenang Indonesia berpendapat bahwa oknom-oknom ini dapat disiksa dan dianiaja seperti sudah dilaksanakan dalam tahun jang lampau sonder dunia mengetahuinja lagipun pendjarakan mereka bertahun-tahun. Penguasa-penguasa Indonesia memang keliru sama sekali dalam hal ini.

Regu pengatjara-pengatjara
Kedjadian jang tersebut diatas dan siksaan-siksaan diumumkan tanpatjatjat lalu tida lama lagi kebuktian-kebuktian keluar dimata dunia. Pemimpin para penari pertama dihukum seumur hidup. Anggota-anggota jang lain dihukum masuk pendjara antara sepuluh dan duapuluh tahun.

Pemerintah RMS dari permulaan djalan-djalan hukum melekatkan agar supaja pelaksanaan hukum didjalankan positif. Penghabisan pengatjara hak asasi manusia mr. Johnson Panjaitan bersiap untuk naik banding terhadap hukuman-hukuman mustahil kedepan pengadilan Indonesia dengan maksud membebaskan aktivis-aktivis kemerdekaan Maluku oleh karena mereka hanja memakai hak kebebasan mengemukakan pendapat. Sementara ini regu pengatjara-pengatjara Maluku dibentuk berhubung dengan perkara-perkara ini maka di Ambon kantor hak asasi manusia kerdjakan soal ini.

Amnesty International
Sehabis pemerintah RMS mengadakan debat “Hormatilah hak-hak asasi manusia: djuga di Maluku” pada tanggal 21 Djuni 2008 digedung Balie dikota Amsterdam maka kegiatan-kegiatan berhubung dengan pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia kini mendjadi semakin pesat. Pemerintah RMS djuga mengundang Amnesty International London untuk debat di Amsterdam maka sehabisnja mereka itu melakukan penelitian lapangan. Hasil penelitian lapangan ini  itulah laporan “Indonesia: Jailed for waving a flag, Prisoners of conscience in Maluku" pada achir tahun 2008. Pada bulan Desember 2008 Amnesty memulai kampanje internasional untuk minta perhatian kepada dunia untuk pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia ini. Harry van Bommel dari Socialistische Partij turut serta dengan forum maka beliau membawa soal ini dimenteri Luar Negeri di Madjelis Rendah.

Human Rights Watch
Pada tanggal 22 Djuni 2010 Human Right Watch di Djakarta menjadjikan laporan Prosecuting Political Aspiration, Indonesia’s Political Prisoners”. Pemerintah RMS hadir pada penjadjian ini di Djakarta. Laporan ini menjatakan bahwa Indonesia kurang andal sekali dalam hal presisi dalam melakukan keadilan dibidang hak kebebasan mengemukakan pendapat politik lagipun kelakuan akan oknom-oknom jang memakai hak ini tida sesuai sama sekali dengan peri kemanusiaan. Didalam laporan ini disimpulkan bahwa kelebihan tahan politik dianiaja dan disiksa sedangkan mereka sekalian dengan tjara damai mengeluarkan pendapat politik mereka. Begitupun mereka itu tida mendapat perawatan kedokteran jang patut bilamana perlu.

Pada tanggal 29 Djuni 2010 maka pemerintah RMS mengadakan pertemuan politik “Berhentilah penuntutan ungkapan politik setjara damai” digedung Balie dikota Amsterdam. Esoknja partai politik Socialistische Partij membawa soal ini dimenteri Luar Negeri di Madjelis Rendah.

Perkembangan jang baru lalu
Pada tanggal 2 Agustus 2010 dimuka kepala negara Yudhoyono mau mengundjungi Maluku berhubung dengan Sail Banda 2010 maka sepuluh orang Maluku diangkat tengah malam. Mereka itu diangkat dengan tjara biadab lagi oleh kesatuan teror Densus 88. Habis beberapa hari diumumkan bahwa orang-orang Maluku diangkat oleh karena mereka memiliki bendera-bendara RMS dan propaganda RMS jang dilarang. Alasan untuk penangkapan  itulah untuk mendjaga kekatjauan dan subversi. Dibeberapa tempat di Maluku diadakan kenaikan bendera lagipun menaikkan balon-balon jang berwarna 4 tjorak. Dari belakang ternjata bahwa salah satu buku itulah laporan dari organisasi hak-hak asasi manusia Human Right Watch jang baru diterbitkan.

Bantuan hukum tahanan hati nurani RMS dan membesarkan mutu hokum
Pengatjara-pengatjara (Maluku) telah atau akan diminta bantu maka mereka itu mengandjurkan kebebasan langsung dari tahanan hari nurani RMS. Pada saat ini sekurang-kurangnja 80 orang Maluku dipendjarakan di berbagai-bagi tempat di Indonesia. Disampingja pemerintah RMS menanamkan dalam memperbaiki mutu jang tahan lama dari bantuan hukum di Maluku.

Hak-hak asasi manusia dari tahanan hati nurani RMS diumumkan setjara internasional.
Pemerintah RMS memberitahukan Amnesty International mengenai pelanggaran-pelanggaran hak-hak asasi manusia jang biadab terhadap pengundjuk-pengundjuk rasa Maluku oleh tentara Indonesia. Amnesty International telah mengadakan kampagne internasional untuk orang-orang Maluku jang menaikkan bendera (batjakanlah laporan dari Amnesty International). Organisasi-organisasi internasional lain jang penting, seperti Human Rights Watch, pun didekati oleh pemerintah RMS. Akibatnja beberapa laporan internasional dan penerbitan-penerbitan dimana diantara lain Indonesia diminta untuk membebaskan  tahanan-tahanan hati nurani RMS langsung (batjakanlah laporan Human Rights Watch).

Memberi bantuan keuangan kepada keluarga-keluarga dari tahanan-tahan hati nurani RMS.
Keluarga-keluarga dan sanak basaudara dari tahanan-tahan menderita amat oleh karena kepala rumah tangga ditawan untuk waktu lama. Keadaan ini mengakibatkan kekurangan pendapatan sampai keluarga jang bersangkutan tida mampu menanggung kebutuhan hidup jang utama. Begitupun modal diperlu untuk belandja makanan dan obatan untuk tahanan-tahanan sendiri. Organisasi Perintis Aksi Kilat berusaha untuk tanggung ini dengan bantuan pemerintah RMS

 

Delen |
Go to top