Facebook
NederlandsEnglishMelajuIndonesia
Delen |

Sedjarah

 

Proklamasi RMS




Proklamasi RMS 

Apa jang terdjadi sebelumnja
Republik Indonesia Serikat (RIS) didirikan pada tanggal 7 Desember 1949 sebagai pengganti hukum Hindia-Belanda sematjam telah direntjanakan dalam ‘Perdjandjian Linggadjati’ pada tahun 1946. Perdjandjian ini dibuat antara negeri Belanda dan gerakan nasional Indonesia ‘Republik Indonesia’ jang telah merebut Djawa, Madura dan Sumatra.

Sebenarnja maksudnja Republik Indonesia Serikat bersama-sama dengan Belanda, Surinam dan Antilla Belanda akan membentuk konfederasi negara-negara jang berdaulat jaitu Uni Belanda-Indonesia. Dalam rangka ini Maluku merupakan dareah jang berdaulat dalam Negara Indonesia Timur (NIT). Bentuknja perserikatan dipilih agar supaja perbedaan-perbedaan antara negara-negara bahagian dibidang bahasa, kebudajaan dan sedjarah dapat diatasi.

Segala negera bahagian tetap berhak untuk keluar dari perserikatan bilamana kedaulatannja tida dapat dipertahankan oleh karena dalam penjerahan kedaulatan diantara lain tertjatat bahwa tiap-tiap bangsa dari Hindia-Belanda berhak untuk memperoleh kemerdekaan selaras dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tanggal 11 Maret 1947 maka Dewan Maluku Selatan, jang dipilih setjara demokratis dibawah pengawasan Belanda, memutus buat sementara untuk turut serta dengan perserikatan dengan sjarat bahwa seandainja kalau N.I.T. sudah tida sanggup mempertahankan kepentingan-kepentingan Maluku Selatan, Dewan Maluku Selatan berhak untuk keluar perserikatan.

Dalam bulan Maret 1950 tida lama sesudahnja  penjerahan kedaulatan maka seorang Djawa Sukarno jang bersifat nasionalis memulai membongkar rakitan perserikatan serta merebut pulau-pulau dengan djalan militer. Pada achir bulan Maret 1950 Sumatra, Jawa, Madura, Bangka, Billiton dan kepulauan Riau telah dibubarkan dan dimasukkan kepada ‘Republik Indonesia’.

25 April 1950 dan sesudahnja
Melihat pembubaran Republik Indonesia Serikat maka pemerintah daerah Maluk Selatan merasa diantjam dalam angsung berdiri setjara sebuah kedaulatan. Oleh karena antjaman ini maka mereka memakai hak untuk keluar dari Republik Indonesia Serikat. Pada tanggal 25 April 1950 Republik Maluku Selatan diproklamirkan di Ambon.

Sesudah sekitar 4 bulan maka pada tanggal 17 Agustus 1950 kepale negara Soekarno memproklamir Negara Kesatuan Republik Indonesia maka pada tanggal 28 September 1950 sehabis perundingan-perundingan dan blokade laut tentara Indonesia memulai penjerbuan Ambon. Dengan sia-sia diminta bantuan kepada Belanda melalui Nederlands Nieuw-Guinea maka pada tanggal 5 Nopeber sehabis satu bulan kota Ambon djatuh dalam tangan musuh tentara Indonesia. Pada permulaan bulan Desember 1950 maka pemerintah RMS lari kepulau Ceram untuk meneruskan perdjuangan. Dibawah pimpinan kepala negara RMS jang kedua mr. dr. Chris Soumokil perdjuangan diteruskan setjara peperangan gerilja. Proklamasi RMS mendjadi pokok pembitjaraab atjara rapat Perserikatan Bangsa-Bangs akan tetapi ditutup oleh perang Korea.

Pada 2 Desember 1962 tentara Indonesia menangkap Soumokil dipulau Ceram lalu tida lama lagi peperangan gerilja dihentikan. Pada tanggal 11 Maret 1966 general Soeharto mengambilalihan kekuasaan daripada Soekarno maka pada tanggal 12 April 1966 kepala negara mr. dr. Chris Soumokil dieksekusi. Sehabis eksekusi ini ir. Joop Manusama jang berdomisili dinegeri Belanda mendjadi kepala negara RMS jang ketiga (kepala negara jang pertama dari pemerintah darurat RMS). Dalam 16 tahun peperangan bersendjata antara RMS dan RI maka kira-kira 18.000 sampai 28.000 orang gugur (sumber: Gerhard Knot, de Zuidmolukse Republiek).

Delen |
Go to top