Facebook
NederlandsEnglishMelajuIndonesia
Delen |
Zoeken:


"Apa saya cukup punya nyali," tanya Prabowo, "apa saya siap jika disebut 'diktator fasis'?"

Tangal 9 Juli, Indonesia, negeri dengan kepadatan penduduk berperingkat keempat sedunia, akan mengadakan pemilu. Pemilu kali ini berpotensi menaikkan Jenderal (purn) Prabowo Subianto ke kursi kepresidenan.
 
Jenderal Prabowo, kakak kandung seorang milyarder, adalah bekas menantu dari diktator Suharto. Orang yang dilatih oleh dan mendapat sokongan dari Amerika ini terlibat dalam kasus-kasus penyiksaan, penculikan, dan pembantaian massal.
 
Pada bulan Juni dan Juli 2001, saya berbincang-bincang dengan Prabowo. 
 
Kami berjumpa di kantor perusahaannya di Mega Kuningan, Jakarta.
 
Saya menawarkan kepadanya wawancara anonim (tanpa nama). 
 
Waktu itu saya tengah menyelidiki sejumlah kasus pembunuhan yang terjadi baru-baru itu. Ia rupa-rupanya melibatkan tentara Indonesia. Saya berharap pembicaraan off-the-record antara saya dan Jendral Prabowo bisa mengungkap detail dari kasus-kasus tersebut. 
 
Awalnya saya kecewa. Prabowo hampir tidak memberikan keterangan yang membantu mengenai pembunuhan-pembunuhan itu . 
 
Namun akhirnya kami malah mengobrol selama nyaris empat jam. 
 
Kesan yang saya tangkap waktu itu, Prabowo mengeluarkan komentar-komentar yang tidak bersangkutan. 
 
Prabowo berbicara tentang fasisme, demokrasi, kebijakan membunuh dalam tubuh TNI/ABRI, serta hubungan antara dirinya dengan Pentagon dan Intelijen Amerika yang sudah berlangsung lama dan tertutup.
 
Di masa itu, ia sama sekali tidak berkuasa dan terisolir secara politis. Jenderal-jenderal lain adalah ancamannya.
 
Namun karena saat ini Prabowo nyaris merebut kekuasaan, saya kembali memeriksa catatan-catatan wawancara saya.  Saya jadi sadar bahwa apa yang ia katakan pada waktu itu menjadi relevan di saat ini.

Geplaatst op: 24-6-2014 23:38   Laatst gewijzigd: 24-6-2014 23:40

» Lees volledige artikel



Pengamat Nilai Karakter dan Emosi Prabowo Labil (tribunnews.com)

Sosiolog Universitas Indonesia Thamrin Amal Tomagola menilai, karakter dan sifat emosional di dalam diri Prabowo Subianto sangat berbahaya jika diserahkan untuk memimpin masyarakat Indonesia.

Apalagi, kata Thamrin, Prabowo memiliki sikap tegas yang tidak beradab dan berbudaya bahkan cenderung beringas.

Menurut Thamrin, penilaiannya tentang Prabowo memiliki dasar yang kuat karena diambil berdasarkan rekam jejak dan perjalanan sejarah hidupnya. Sejak muda, lanjut Thamrin, Prabowo telah menunjukkan tanda-tanda memiliki ketidakstabilan emosi, ketidakmatangan berpikir dan ketenangan dalam bertindak.

"Ini orang sangat berbahaya kalau memegang kekuasaan. Karakter yang dimiliki Prabowo itu sangat berbahaya kalau memegang kekuasaan," kata Thamrin kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Geplaatst op: 18-6-2014 11:38   Laatst gewijzigd: 19-6-2014 14:40

» Lees volledige artikel



Ja’far Umar Thalib: Saya siap perang melawan pluralisme (indonesia.ucanews.com)

Panglima Laskar Jihad Ja’far Umar Thalib menegaskan dirinya tidak takut kepada Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Hal ini dinyatakan di hadapan ratusan orang dalam acara tabligh akbar berjudul “Perang Melawan Pluralisme” di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Minggu (8/6), seperti dilansir portalkbr.com.

Ja’far mengatakan dirinya siap berperang melawan pluralisme karena menurut dia, Islam tidak mengenal paham tersebut. Penolakan dan kecaman untuk hidup dalam keberagaman itu ditujukan juga kepada Raja Kraton Yogyakarta yang dianggap selalu menyerukan pluralisme.

“Umat Islam menentang pluralisme. Biarpun Sultan bilang begitu, saya tidak takut kepada Sultan. Meskipun ratusan Kraton bersatu, saya tidak takut,” katanya.

Ia pun mengatakan, salah satu resiko berperang melawan pluralisme adalah ditangkap Polisi. Tapi menurut dia, itu adalah resiko biasa dalam berperang. Ditambah lagi, Ja’far Umar Thalib mengaku tidak punya rasa takut kepada Kapolda. “Meskipun TNI dan Polri melebur, saya tidak takut pada Kapolda.”

Sebelumnya, pengurus Masjid Kauman menolak untuk memberikan izin penyelenggarakan tabligh akbar karena tema yang diusung acara tersebut yaitu “Perang Melawan Pluralisme”. Tema itu dianggap tidak sesuai dengan kondisi Yogyakarta.

“Izin sudah diajukan seminggu lalu, tapi belum ada temanya,” jelas pengurus Masjid Gede Kauman, Budi Setyawan. “Kalau tema yang “Perang Melawan Pluralisme” itu tidak boleh, lalu kemudian mereka menggantinya.”

Kepolisian Yogyakarta juga sudah mengeluarkan izin untuk pelaksanaan tabligh akbar ini, yang akhirnya berubah judul menjadi “Umat Indonesia Bersatu untuk Indonesia yang Maju”.

Saat acara berlangsung, tidak nampak pengamanan ketat dari pihak Kepolisian. Polisi hanya berjaga – jaga disepanjang jalan raya menuju Masjid Gede Kauman.

Masjid Gede Kauman adalah masjid tertua di Yogyakarta. Biasanya Sultan dan keluarganya memilih masjid ini untuk shalat Jumat dan hari raya keagaaman. Masjid yang terletak di alun-alun utara ini hanya berjarak satu kilometer dari tempat tinggal Sultan Hamengku Buwono X.

Geplaatst op: 16-6-2014 15:43   Laatst gewijzigd: 19-6-2014 14:37

» Lees volledige artikel



Ketua Dewan Penasehat Gerindra Sragen dukung Jokowi (timlo.net)

Sragen – Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Sragen, Prawasono mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Terang-terangan dia menyatakan dukungannya kepada pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres)Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pada pemilihan presiden Juli 2014 mendatang.

Pernyataan itu diucapkan Prawasono secara terbuka di depan puluhan pendukung Jokowi-JK dalam acara Deklarasi Rakyat Bergerak Sragen yang mendukung Capres-Cawapres Jokowi-JK di Kampung Pecing, Kelurahan Sragen Tengah, Jum’at (6/6).

Geplaatst op: 16-6-2014 12:28   Laatst gewijzigd: 19-6-2014 14:32

» Lees volledige artikel



Jika ke Mahmil, Prabowo Bisa Dihukum Mati (tempo.co)

Mantan Anggota Dewan Kehormatan Perwira yang menangani kasus dugaan penculikan sejumlah aktivis dengan tertuduh Prabowo Subianto pada 24 Juli 1998, Letnan Jenderal Fachrul Razi, mengatakan Prabowo bisa terancam hukuman mati jika kasusnya dibawa ke Mahkamah Militer.

Musababnya, kata Razi, tim sudah menemukan bukti cukup yang menyebutkan Prabowo terlibat dalam penculikan dan penghilangan orang. "Andai dibawa ke Mahkamah Militer, Prabowo bisa dihukum mati," kata Fachrul saat dihubungi Tempo, Rabu, 12 Juni 2014.

Namun, menurut Fachrul Razi, Dewan Kehormatan Perwira memilih tidak membawa kasus mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu ke Mahkamah Militer."Demi rasa setia kawan," kata dia. Pertimbangan lain, kata Fachrul Razi, adalah status Prabowo masih menjadi menantu Presiden Soeharto.

Sebelumnya, beredar surat bernomor KEP/03/VIII/1998/DKP yang menyebut sebelas pertimbangan yang melatari rekomendasi pemecatan Prabowo, kini calon presiden yang diusung poros koalisi Partai Gerindra. Pertimbangan itu antara lain, penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran prosedur, seperti pengabaian sistem operasi, hierarki, serta disiplin hukum di lingkungan ABRI.

Surat rekomendasi pemecatan Prabowo ditandatangani Ketua Dewan Kehormatan Perwira, Jenderal Subagyo Hadi Siswoyo dan enam anggota berpangkat letnan jenderal, yaitu Djamari Chaniago, Fachrul Razi, Yusuf Kartanegara, Agum Gumelar, Arie J. Kumaat, serta Susilo Bambang Yudhoyono.

Geplaatst op: 13-6-2014 17:44   Laatst gewijzigd: 13-6-2014 17:48

» Lees volledige artikel




<< Vorige | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | Volgende >>
Delen |
Go to top