Facebook
NederlandsEnglishMelajuIndonesia
Delen |
Zoeken:


Kampagne #SAVE ARU rupahnja berhasil (http://ekuatorial.com/id)

Setelah survei dan penelitian kawasan, ternyata lahan di Aru tidak cocok ditanami tebu, ” begitu ucapan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan ketika ditemu Ekuatorial di kantornya di Gedung Manggala Wanabhakt, Jakarta pada Jumat (10/4).

 

Menteri Zulkifli memberi komentar terhadap rencana pembukaan kebun tebu sampai 500 ribu hektare di Pulau Aru, Maluku, yang ditentang banyak aktivis lingkungan karena diperkirakan akan menghancurkan hutan dan lingkungan di pulau itu. 

Menurut Menteri, kemiringan lahan di Aru menyebabkan kebun tebu tidak visible dan tidak menguntungkan secara ekonomi,” terang Zulkifli. Ia juga menyampaikan bahwa rencana penanaman tebu ini terkait upaya pemerintah dalam menekan angka impor gula nasional yang mencapai 3 juta ton per tahun.

Pernyataan Menteri ini meredam pendapat Pjs Gubernur Maluku Saut Situmorang, usai menggelar rapat terbatas antara PT Menara Group (MG), Dan Lantamal Papua serta perwakilan dari pemerintah daerah pada tanggal 6 Februari silam. Saat itu, Saut berkomentar bahwa Aru hanyalah hamparan alang-alang sehingga investor harus diberi kesempatan untuk mengelola lahan di Aru.

Sebelum ini, PT Menara Group selaku perusahaan perkebunan nasional mengklaim telah mengantongi izin pengelolaan 500 ribu hektar lahan, atau 76% hutan yang ada di Aru. Izin yang diterima konsorsium 28 perusahaan tersebut berupa Izin Usaha Perkebunan (IUP) dari mantan Bupati Aru Teddy Tangko serta rekomendasi pelepasan kawasan hutan yang ditandatangani oleh mantan Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu.

Memicu Konflik, Penolakan Meluas     

Rintisan mega proyek di Kepulauan Aru ini sudah dimulai sejak tahun 2007 silam. Semenjak itu, pihak perusahaan dengan dukungan dari aparatur setempat dikabarkan intensif melakukan uji kelayakan lahan serta pendekatan kepada masyarakat lokal. Namun, sebagaimana dituturkan salah satu inisator gerakan #SaveAru, Jacky Manuputty saat dihubungi Selasa (8/4) lalu, masyarakat adat sebagai pemilik tanah gencar menolak upaya tersebut.

“Masyarakat di 117 desa telah menggelar ritual “Sasi”, berupa penutupan hutan ulayat. 80 kepala desa beserta pemilik petuanan pun telah bersepakat menandatangani surat penolakan di atas materai yang dikirim ke berbagai instansi, termasuk ke pihak perusahaan,” terang Jacky. Ia juga menambahkan bahwa gerakan #SaveAru, petisi online yang dibuat dalam rangka menolak alih fungi hutan menjadi kebun tebu hingga saat ini telah didukung oleh hampir 15.000 orang yang berasal dari berbagai negara.

Sayangnya, permintaan wawancara Ekuatorial kepada Presiden Direktur Grup Menara Chairul Anhar belum bersambut sejak seminggu lalu, karena menurut sekretaris di kantornya, Chairul sedang berada di luar negeri.   Januar Hakam & Azhari Fauzi

Sumber

Geplaatst op: 12-4-2014 18:51   Laatst gewijzigd: 12-4-2014 18:55

» Lees volledige artikel



Uitnodiging Hari Proklamasi 25.04.14

Het is mij een groot genoegen u namens de RMS-Regering in Ballingschap uit te mogen nodigen voor de 64e nationale viering van de proclamatie van de Republik Maluku Selatan.

De viering vindt plaats op vrijdag 25 april 2014 in het Theater & Congrescentrum Orpheus, Churchillplein 1 te Apeldoorn.

De RMS-regering treedt om 11:50 uur de zaal binnen. U wordt vriendelijk verzocht uiterlijk 11:40 uur uw plaats te hebben ingenomen. Het officiële programma begint om 12:00 uur in de Koning Wilem-Alexanderzaal en wordt afgesloten om 13:30 uur.

Van 14:00-17:00 uur is er een programma met muziek, zang en dans. De workshops vinden plaats in de Blauwe A & B zaal van 14:30-15:30 uur. Om 17:45 uur begint de sluitingsceremonie in de Koning Wilem-Alexanderzaal.

De deuren van het Theater & Congrescentrum Orpheus zijn vanaf 10:00 uur geopend. Het programma van de viering wordt u bij binnenkomst uitgereikt.

De persoonlijke bijdrage is € 12,50. Kinderen tot 12 jaar € 2,50.

Het Nationaal Comité hoopt u te mogen begroeten.

Met onze nationale groet,
Mena Muria

Mr. J.G. Wattilete
President Zuid-Molukse Regering in Ballingschap

 

Uitnodiging Hari Proklamasi RMS

» Download

Undangan Hari Proklamasi RMS

» Download

Geplaatst op: 12-4-2014 18:37   Laatst gewijzigd: 12-4-2014 18:47

» Lees volledige artikel



Speciaal verslag

VN GENEVE: INDONESIA ZIT ZWIJGZAAM MET GEBOGEN HOOFD en MALUKU MOET IN BEWEGING KOMEN

 

 

Verslag van de RMS-delegatie met betrekking tot de Side Event bij de VN in Geneve over de mensenrechtenschendingen in Maluku door Indonesie (12-14 maart 204)

 

Geneve, 12-14 maart 2014 – Zoals bekend heeft de RMS-regering een delegatie afgevaardigd naar de VN in Geneve om deel te nemen aan een Side Event. Deze vond plaats in het kader van de 25e  zitting van de VN-Commissie voor de Mensenrechten. De zitting van deze Commissie is een formele zitting en alleen lidstaten van de VN kunnen de mensenrechtensituatie in hun respectievelijke landen bespreken. Indonesie kennende zullen ze de VN natuurlijk een schijnheilig verhaal voorhouden over hoe goed de mensenrechtensituatie in Indonesie is. Dit is een van de redenen dat delegaties van de RMS, Papua Barat en Aceh naar Geneve zijn afgereisd om de internationale gemeenschap -met harde bewijzen- het werkelijke verhaal over de mensenrechenschendingen in Indonesie te vertellen. Vier leden van de Permanente Missie van Indonesie bij de VN die de Side Event bijwoonden hebben de presentatie van de RMS zwijgzaam en met gebogen hoofd aangehoord.

 

Deze Side Event is georganiseerd door de Unrepresented Nations and Peoples Organization (UNPO), een organisatie die zich onder andere inzet voor de rechten van volken die recht hebben op onafhankelijkheid maar deze nog niet verkregen hebben. Belangrijk om te vermelden is dat staten als Estland, Letland en Litouwen in Oost-Europa en Oost-Timor die hun onafhankelijkheid herkregen hebben, voorheen ook lid waren van de UNPO samen met de RMS. De UNPO heeft in het verleden ook voor hen regelmatig allerlei activiteiten binnen de VN gefaciliteerd.

 

De RMS-delegatie bestond uit drie leden, te weten Vice-president van de RMS drs. Willem V. Sopacua, drs. Ron Nussy (senior staflid van de RMS-regering) en dhr. N. Solisa (junior-lid). Ze hebben vanaf 12 tot en met 14 maart verschillende activiteiten ontplooid in Geneve.

 


(foto 1) De RMS-delegatie, vlnr: drs. Ron Nussy (senior staflid van de regering), vice-president RMS drs. Willem V. Sopacua en dhr. Nino Solisa (junior-lid, tevens van de derde generatie) voor het VN-gebouw in Geneve, genaamd Palais de Nations. (foto: Raphael Pattiwael)

Geplaatst op: 12-4-2014 18:12   Laatst gewijzigd: 12-4-2014 18:31

» Lees volledige artikel



Laporan khusus

DI PBB GENEVA: INDONESIA TUNDUK KEPALA DAN TUTUP MULUT dan DI MALUKU HARUS BERGERAK.

Laporan delegasi RMS ke PBB di Geneva tentang pelanggaran Hak2 Asasi Manusia oleh Republik Indonesia (12-14 maret 2014)

 

Geneva, 12-14 maret 2014 - Sebagaimana diketahui (link) maka Pemerintah RMS telah mengutuskan satu delegasi ke Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Geneva untuk ambil bahagian dalam satu kegiatan jang dinamakan ‘Side Event’ dalam kantor PBB tersebut. Pengiriman delegasi ini berlaku dalam rangka pertemuan tahunan jang ke-25 dari Komisi Hak2 Asasi Manusia dari PBB. Dalam pertemuan resmi ini hanja negara2 jang adalah anggota dari PBB membintjangkan kondisi Hak2 Asasi dalam negara mereka masing2. Indonesia tentu selalu berusaha untuk menggambarkan satu kondisi jang munafik ke dunia internasional. Tiga delegasi dari RMS, Papua dan Aceh datang ke Geneva untuk mempersembahkan kepada dunia internasional dengan bukti2 jang kuat kondisi jang sebenarnja. Empat anggota staf Missi Permanen dari Indonesia di PBB turut hadir dalam pertemuan ini dan mendengar dan melihat presentasi delegasi RMS dengan kepala tertunduk dan dengan tutup mulut. Presentasi ini diselenggarakan dalam Side Event tersebut.

 

Side Event ini datur oleh organisasi UNPO, satu Organisasi jang membela hak dari Bangsa2 jang berhak untuk merdeka tetapi belummendapat kemerdekaan itu. Penting untuk disebut ja’itu bahwa negara2 seperti Estonia, Latvia dan Lithuania di Eropa Timur dan Timor Timor jang sekarang sudah terima kedaulatan mereka kembali, kemuka djuga termasuk anggota dari UNPO bersama dengan RMS. UNPO djuga sering memfasilitasikan berbagai kegiatan untuk mereka di PBB waktu mereka masih dalam perdjuangan kemerdekaan mereka.

 

Delegasi RMS terdiri dari tiga orang ja’ni Wakil-presiden RMS drs. Willem V. Sopacua, drs. Ron A. Nussy (anggota senior staf Pemerintah) dan sdr. Nino Solisa (anggota junior). Mereka mengadakan kegiatan dari tangal 12 sampai dengan tanggal 14 maret di Geneva.

 


(foto 1) Delegasi Republik Maluku Selatan, dkk: drs. Ron A. Nussy (anggotas senior staf Pemerintah), Wakil-presiden RMS drs. Willem V. Sopacua dan sdr. Nino Solisa (anggota junior, generasi ke-tiga) didepan gedung PBB di Geneva jang bernama Palais des Nations (Istana Segala Bangsa). (foto: Raphael Pattiwael)

Geplaatst op: 31-3-2014 23:08   Laatst gewijzigd: 31-3-2014 23:34

» Lees volledige artikel



Berikut Nama-nama Kader Golkar, PDIP dan PD yang Korup (rmol.co)

Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief, merilis nama-nama kader partai yang tersangkut kasus korupsi, berdasarkan data yang ditelusuri di KPK.

Hasil temuannya, Partai Golkar paling banyak kadernya yang tersangkut kasus korupsi tersebut dengan 40 kader. Lalu disusul PDIP (27 orang) dan Demokrat (17 orang).

Berikut nama-namanya.

Partai Golkar:
Jonaidi Syahri, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Seluma Periode 2009-2014; Rusli Zainal, Gubernur Riau; M. Akil Mochtar, Ketua MK; Chairun Nisa, Anggota DPR 2009-2014; M. Faisal Aswan, anggota DPRD Provinsi Riau;  TB Aat Syafaat, Walikota Cilegon Periode 2005-2010; Zulkarnaen Djabar, anggota DPR; Prasetia Zulkarnaen Putra, Sekjen MKGR; Amran Batalipu, Bupati Buol; dan Abu Bakar Siddik, anggota DPRD Prov Riau
Golkar.

Lalu, Zulfan Heri, anggota DPRD Provinsi Riau; Jefferson SM Rumajar, Walikota Tomohon; Syamsul Arifin, Gubernur Sumatera Utara; Ahmad Hafiz Zawawi, anggota DPR; Marthin Bria Seran, anggota DPR; Paskah Suzetta MH, anggota DPR; Bobby, anggota DPR; Anthony Zeidra Abidin, anggota DPR; Muhammad Nurlif, anggota DPR; dan Asep Ruchimat Sudjana, anggota DPR.

Berikutnya, Reza Kamarullah, anggota DPR Golkar; Baharuddin Aritonang, anggota DPR Golkar; Hengky Baramuli, anggota DPR; Daniel Tanjung, anggota DPR; Azwar Chesputra,anggota DPR; Fachri Andi Leluasa, anggota DPR; Daeng Rusnadi, mantan Bupati Natuna;  Hamka Yandhu, anggota DPR; Suwarna, Gubernur Kalimantan Timur; dan Abubakar Ahmad Bupati Dompu.

Sjahriel Dahram, Gubernur Kalimantan Selatan; Samsuri Aspar, Wakil BupatiKutai Kartanegara;  Dany Setyawan, mantan Gubernur Jawa Barat; Armen Desky, Bupati Aceh Tenggara; Jimmy Rimba Rogi, Bupati Manado; Syaukani HR, Bupati Kutai Kertanegara; Amiruddin Maula, Walikota Makassar; Tengku Azmun Jaafar,
Bupati Pelalawan; Agus Supriadi, Bupati Garut Golkar; dan Saleh Djasit anggota DPR RI.

Sedangkan dari PDIP, berikut nama-namanya:

Hambit Bintih, Bupati Gunung Mas Kalteng; Soemarmo Hadi Saputro, Walikota Semarang; Murdoko, Ketua DPD Jawa Tengah; Turoechan Asy’ari, anggota DPRD Prov Riau; Izedrik Emir Moeis, anggota DPR; Agus Chondro Prayitno,
anggota DPR; Max Moein, anggota DPR; Rusman Lumbantoruan, anggota DPR; Poltak Sitorus, anggota DPR; dan Williem Tutuarima, anggota DPR.

Kemudian, ada nama Panda Nababan, anggota DPR; Engelina Patiasina, anggota DPR;  M Iqbal, anggota DPR; Budiningsih, anggota DPR; effri Tongas, anggota DPR; Ni Luh Mariani, anggota DPR; Sutanto Pranoto, anggota DPR; Soewarno, anggota DPR; Matheos Promes, anggota DPR; dan Mochtar Mohamad, Walikota Bekasi.

Tujuh nama lainnya adalah,  Syahrial Oesman, mantan Gubernur Sumatera Selatan; Jules F. Warikar, Bupati Supiori; Arwin AS, Bupati Siak; Dudhie Makmun Murod, anggota DPR; Indra Kusuma, Bupati Brebes; Hendy Boedoro, Bupati Kendal; dan Rochmin Dahuri, Menteri Kelautan dan Perikanan

Sedangkan kader Partai Demokrat yang tersangkut kasus korupsi adalah:
Anas Urbaningrum, anggota DPR; Iyus Djuher, Ketua DPRD Kabupaten Bogor; H. Muhammad Hidayat Batubara, Bupati Mandailing Natal; Dada Rosada, Walikota Bandung; Angelina Patricia Pingkan Sondakh, anggota DPR; Tengku Muhazza, anggota DPRD Prov Riau; Robert Edison Siahaan; Walikota Pematang Siantar 2005-2010; Fahuwus Laila, Bupati Nias Selatan; Muhammad Nazarudin, anggota DPR 2009-2014; dan Murman Effendi, Bupati Seluma 2010-2015.

Berikutnya, Sumartono, anggota DPRD Kota Semarang; Yusak Yaluwo, Bupati Boven Digoel 2004-2009; Binahati B. Baeha, Bupati Nias; Sarjan Tahir, anggota DPR; Ismunarso, Bupati Situbondo; Abdillah, Walikota Medan; Ramli, Wakil Walikota Medan.

Sumber

Geplaatst op: 14-3-2014 14:53   Laatst gewijzigd: 14-3-2014 14:57

» Lees volledige artikel




<< Vorige | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | Volgende >>
Delen |
Go to top