Facebook
NederlandsEnglishMelajuIndonesia
» Ga terug
Delen |


Pernyataan Pemerintah Darurat RMS

PERNYATAAN PEMERINTAH DARURAT
REPUBLIK MALUKU SELATAN
 
Pemerintah Darurat Republik Maluku Selatan (RMS) telah memaklumi isi artikel di surat kabar “Suara Maluku” jang terbit pada tanggal 15 Juli 2013. Menurut surat kabar itu Bapak Gubernur Ralahulu memberitahukan melalui berita sms bahwa beliau belum pernah bertemu dengan presiden RMS Bapak J.G. Wattilete S.H. Pemerintah RMS menyatakan bahwa ini mengenai kutipan surat kabar dari berita sms, yang isinya tidak diverifikasi secara kebenaran.
 
Pun tidak dinyatakan, bahwa berita ini memang betul berasal dari Bapak Ralahalu. Oleh karena ini pemerintah RMS tidak berpatokan pada nilai isi berita surat kabar ini. Melawan ini, pemerintah RMS dapat membuktikan dengan dokumentasi pertemuan dengan Bapak Gubernur K. Ralahalu pada tanggal 2 dan 3 Desember 2011 di Hotel Hilton di Kuala Lumpur.
 
Pemerintah RMS mengucapkan terimakasihnya sekali lagi atas Bapak Gubernur Ralahalu, bahwa beliau sebagai pemimpin Maluku yang pertama dalam sejarah mempunyai keberanian untuk langsung membicara dengan presiden RMS sedangkan tujuan bersama ya itu membebaskan bangsa Maluku dari stigma RMS supaya Maluku dapat diberikan masa depan yang lebih baik dalam kesejahteraan, kebebasan dan perdamaian dari pada ternyata sampai sekarang ini. Maka Bapak Gubernur K. Ralahalu benar-benar melakukan satu langkah historis.
 
Berita dalam surat kabar mungkin merupakan sebahagian kampanje propaganda untuk diskreditkan presiden RMS dengan tujuan menggerakkan bangsa Maluku sehingga seminar tidak dapat dibiayakan. Perbuatan ini menyatakan bahwa impak seminar “Beta Maluku, Mau Madju” sangat dipentingkan.
 
Dalam masa yang belakangan ternyata, bahwa seminar dapat mengandalkan dukungan yang besar. Pemerintah RMSbegitu menyenangkan untuk memberitahukan, bahwa aksi keuangan ini sesuai dengan keinginan dan bahwa misalnya masyarakat Maluku di Moordrecht dalam waktu singkat memungutkan selebih dari € 7000,00 sebagai donasi. Juga masyarakat Maluku yang lain seperti antara lain di Nijmegen, Vught, Wierden, Barneveld, Middelburg dan Oost-Souburg berupaya keras memungut keuangan untuk seminar.
 
RMS sangat berterima kasih kepada surat kabar “Suara Maluku” dan mereka di Belanda yang dengan sengaja mencoba menyebarkan keraguan- walaupun artikel dapat disebut menyesatkan- bahwa mereka telah bawa seluasnya atas perhatian bangsa Maluku mengenai pertemuan historis antara Bapak J.G. Wattilete S.H. dan Bapak K. Ralahalu dan seminar yang akan datang “Beta Maluku Mau Madju” .
 
Saudara-Saudari sekalian dapat dipercayakan bahwa dalam kepentingan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi bangsa Maluku, pemerintah RMS akan meneruskan jalan yang ditujukan dengan intensi yang sama.
 
Salam Nasional,
MENA MURIA!!
 
Pemerintah Darurat RMS
Atas nama presiden,
 
 
J.G. Wattilete S.H.
 
 

Geplaatst op: 20-7-2013 20:33   Laatst gewijzigd: 20-7-2013 20:36

Gekoppelde onderwerpen (tags):   SeminarAmbon   

Delen |
Go to top